Cinta Kuat Imam Keluarga


Keringat menetes di setiap harinya untuk mencari rezeki tak menghalangi sebuah senyum di bibirnya ketika bertemu anak dan istrinya. Sesampainya di rumah seorang ayah bercerita tentang kisahnya.
Mentari bersinar terang di siang itu seolah memberikan sinar sempurna yang terasa menembus tubuh. Membuat tetes demi tetes keringat tanpa terasa telah jatuh di pelipis mata. Tak lama kemudian ia mendapat kabar dari anak-anaknya bahwa ibu dari anak-anaknya telah jatuh sakit dan sedang dibawa menuju rumah sakit.

Ia pun bergegas menuju rumah sakit dengan sepeda motor kesayanganya dengan menempuh waktu selama 2 jam. Sesampainya dirumah sakit ia langsung menuju ke ruang unit gawat darurat untuk melihat keadaan ibu dari anak-anaknya.

Sekitar 30 – 45 menit dokter memeriksa dan  memvonis ibu dari anak-anaknya terkena penyakit DBD dan trombsitnya terlalu rendah sampai dokter menganjurkan untuk memindahkan ke ruang yang lebih intensif yaitu ruangan ICU. Selama 1 minggu penyakit tersebut tidak ada perubahan yang berarti, justru semakin memburuk sampai suatu ketika ia di panggil ke ruangan ICU oleh dokter. Ia langsung menuju ruang ICU bersama anak-anaknya.

Di dalam ruang ICU, Ia tampak pucat dan lesu karena melihat istrinya terbaring dengan segala alat bantu yang ada di ICU dan melihat kondisi ibu mereka anak-anak pun menangis sedu.
“ Ayah akan terus berusaha dan berdoa untuk kesembuhan ibu, Ayah akan terus berjuang Se-maksimal mungkin untuk kesembuhan ibu kalian dan Ayah minta kepada anak-anak untuk membantu dengan doa 
Keluar ruang ICU anak-anak pun tetap menangis, Adzan isa pun sudah berkumandang dan mereka-pun bersama-sama menuju mushala rumah sakit. Setelah menunaikan shalat isya, Ia mengajak anak-anak untuk makan bersama.

Terdengar suara telephone berdering, Salah satu anak mendengar perbincangan Ayah-nya dengan seseorang anak dan ia mendengar bahwa pengobatan ibu-nya setiap harinya menghabiskan dana sebes       ar Rp. 5.0000.000 (lima juta rupiah) dan anak tersebut ber-doa untuk di permudah rejeki ayahnya dan seketika anak tersebut terdiam dan membisu.

Satu bulan telah berlalu dan selama itupun kondisi ibu dari anak-anak belum membaik dan dokter sudah memberikan sinyal bahwa si ibu sudah tidak bisa di selamatkan.
“ Dok apa benar penyakit istri saya sudah seberat itu, Apakah sudah tidak ada cara lain untuk melamatnyakan ibu dari anak-anak saya? ”
Dokter pun menggeleng dan ia nampak sedih seperti ada pisau yang bertubi-tubi menusuk kedalam hatinya. 

Tak lama kemudian ia langsung bersiap dan bergegas membawa ibu dari anak-anaknya keluar dari ruang ICU dan ia pun berdoa.“Ya allah sembuhkan-lah istri hamba. Hamba tidak sanggup untuk mengasuh kedua putra hamba yang masih kecil-kecil sendirian”
Setelah dikeluarkan dari rumah sakit. Anak-anak pun tampak lesu dan pasrah dan siap menerima takdir, Tetapi ia tidak menyerah dan tetap mencari pengobatan alternatif ia mendapatkan kabar dari salah seorang saudaranya yaitu pengobatan akupuntur dapat menyembuhkan penyakit komplikasi.
Tak berapa lama ia langsung bergegas menuju tempat akupuntur. 


Sesampai di tempat akupuntur ia bertemu dengan ahli akupuntur yang menangani pasien dengan penyakit yang bermacam-macam. Ahli akupuntur tersebut dapat menangani pasien selama pagi dan sore. Ia berfikir sejenak untuk memikirkan kapan ia harus membawa ibu dari anak-anaknya, Tak lama kemudian ia langsung berkata pada dokternya“Koh saya akan membawa istri saya setiap pagi sebelum shalat subuh”
Ahli akupuntur tersebut merasa binggung dan heran kenapa harus pagi-pagi sekali padahal biasanya tidak pernah ada pasien yang datang pada saat pagi buta seperti itu tetapi ahli akupuntur tersebut menyetujuinya.

Hampir 3 bulan penuh ia mengantar istrinya ke tempat akupuntur setiap pagi, sebelum anak-anaknya bangun ia sudah memasak makanan untuk anaknya sarapan dan menyiapkan seragam untuk anak-anaknya sekolah.


Pengorbanan tersebut membuahkan hasil yang manis yaitu ibu dari anak-anaknya dapat sembuh seperti semula dan dapat ber-aktifitas seperti sediakala. Setelah 1 bulan berlalu ia langsung kembali ke rumah sakit semula untuk mengecek kondisi istrinya, dan dokter yang menangani istrinya tersebut terheran-heran dan sang ayah pun merasa bangga selama ini usaha,perjuangan dan tidak luput juga dari doa. Ia merasa tidak sia-sia dan ia membuktikan kepada anak-anaknya bahwa ibu dari anak-anaknya dapat sembuh seperti semula dan anak-anaknya pun merasa bangga kepada ayahnya.

Telah dipublikasikan di Bogornews.com: http://bogornews.com/berita-cinta-kuat-imam-keluarga.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mantra Novanto Berhasil Lagi

Titik Pahit Kenangan Pujangga

Derita Pahit Bojongsoang