PENGENDARA MOTOR TIDAK MENGHARGAI HAK PENGGUNA TROTOAR & PEJALAN KAKI
JAKARTA - Angin semilir berhembus di pagi hari, Jumat 9
Desember 2016 Suara langkah Anak Sekolah Dasar berjalan menuju sekolah tetapi
di Sela-sela waktu terdengar suara motor yang tidak mengenakan hati, tiba-tiba
terlintas sebuah motor yang berjalan di tepi jalan atau Trotoar.
Trotoar
adalah fasilitas yang disedikan untuk pejalan kaki yang berada di tepi jalan,
Khusus disediakan untuk warga yang tidak memakai kendaraan alias berjalan kaki.
Pada
prinsipnya, Trotoar digunakan untuk kenyamanan dan keamanan bagi pejalan
kaki.Namun hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Sering
kali trotoar digunakan untuk memarkir kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun
kendaraan roda empat.
Seperti
yang terlihat di kawasan Sawah Besar dan
sekitarnya, trotoar digunakan sebagai fasilitas tempat parkir, Kios-kios dan Pengendara
kerapkali tidak mengindahkan apa fungsi trotoar tersebut, Meskipun sering kali
sudah ditertibkan oleh petugas Dinas Perhubungan dan parkir mobil membuat
sebagian trotoar menjadi jebol.
Sebagian
trotoar yang ada di Sawah Besar sangat disayangkan jika trotoar beralih fungsi
sebagai tempat parkir kendaraan, Itu semua diakibatkan oleh ulah masyarakat
yang tidak sadar akan pentingnya trotoar sebagai pejalan kaki. Apalagi kawasan
Pasar baru merupakan daerah
pariwisata dekat sekali dengan Monas.
Sebagian
tamu mancanegara sering menggunakan fasilitas trotoar di wilayah Pasar baru,Sawah Besar. Seharusnya
fasilitas trotoar dijaga dan dirawat dengan baik. Dan perawatan fasilitas bagi
pejalan kaki seharusnya dilakukan secara rutin, agar tidak ada fasilitas trotoar
yang jebol seperti sekarang, Karena sangat berbahaya jika pejalan kaki melintas
pada saat malam hari. Ini akan membuat nama daerah pariwisata menjadi tercoreng
di dunia internasional.
Seorang
Pengendara motor yang tidak ingin disebutkan namanya, Sebut saja KA (19) alasan
dia melewati jalan trotoar karena “jalan tersebut tidak baik dan banyak yang
jebol, Jika kita melewati trotoar kita dapat lebih cepat sampai ke tujuan”,
Padahal jalan tersebut sudah di renovasi pada September lalu.
10 September 2016 jalan daerah Sawah
besar sudah di renovasi, Jalan tersebut memiliki Panjang 900 Meter, Untuk lebar trotoar mulai dari 2,5 hingga 5,5 meter
sesuai dengan kondisi jalan yang sudah di perhitungkan.
Menurut Henri Perez Camat Sawah Besar, Sebelum jalur di
renovasi jalur tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membuka kios-kios
semi permanen seperti Service tv, Warung, Tukang jahit, Rental Playstasion,
Minyak Wangi, Bengkel, Cuci motor bahkan menjadi Tempat tinggal Warga, Setelah
di renovasi jalan tersebut berubah fungsi dan menjadi jalan yang sesuai dengan
fungsinya.
Mamat warga Karang Anyar mengaku kesal dengan adanya
kios-kios disepanjang jalan raya itu. "Jalannya jadi sempit, Dapat membuat
jalan menjadi sangat Macet entah itu pagi atapun sore kapan aja jalan itu pasti
macet, Semenjak jalan tersebut di renovasi, Jalan tersebut sudah tidak macet
lagi dan tidak seperti biasanya”.

Bener banget gan para pngendara motor di jakarta memang sangat tidak mengharga para lejalan kaki, suka nyerobot trotoar.
BalasHapus