Kejadian dan Keraguan yang Menyatukan
Langit Mesir tampak cantik bercahaya. Matahari sore masih enggan ke ujung barat. Goresan-goresan awan putih seperti bait bait cinta yang cerah nan mempesona seketika hilang,
“Oh tuhan!” gumam Kevin
Ketika ia melihat wanita cantik
berjilbab lebar duduk sambil membaca buku. Entah kebetulan atau kesengajaan,
buku wanita tersebut baca sama dengan buku ia baca. Kevin mempunyai perasaan
kepada wanita tersebut tetapi, Kevin sadar bahwa bagaimana bisa ia mencintai
wanita tersebut tapi dia masih tidak mengetahui siapa tuhanya.
Kevin terus memandangi wanita tersebut
dan berharap. Seketika wanita tersebut pergi meninggalkan tempat duduknya.
Selama satu malam ia terbayang terus wajah wanita tersebut dan berfikir sedang
apa dia,
Hari demi hari bulan demi bulan Kevin tetap
memikirkan wanita tersebut. Hingga satu ketika Kevin sedang bersenang-senang
dengan temannya ia membawa kendaraan dengan ugal-ugalan dan ia tetap fokus
untuk tidak membuat para penumpangnya terganggu.
Namun usahanya sia-sia. Tepat di jalan Ahmed ia
menabrak seorang wanita yang sedang menyebrang jalan. Langkahnya yang terburu
mendadak berhenti saat lampu mobil menyorot wajahnya,
“Kevin cepat tancap gas nya” gumam
teman-nya
Kevin segera turun dari mobil dan bergegas membawa
wanita tersebut ke rumah sakit. Sesampainya di rumah wanita tersebut langsung
di bawa ke ruang unit gawat darurat. Beberapa perawat langsung membantu
meletakan korban kecelakaan itu di ranjang yang telah disediakan. Tanpa
menunggu lama, mereka langsung memberikan penanganan serius.
“Aku berharap dia akan baik-baik saja. Aku tidak
inggin dia mati karena diriku. Jika dia mati, aku akan merasa bersalah sekali.
Ya, aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri”
Pihak keluarga di panggil oleh rumah sakit untuk
meminta izin untuk menjalani operasi dan operasi pun berjalan.
3 hari telah berlalu dan operasi pun berjalan dengan
lancer, mendapat kabar dari rumah sakit Kevin bergegas menuju rumah sakit.
Sesampainya disana ia langsung memparkirkan
kendaraan dan langsung menuju kamar 304 Bougenville. Sebelum memasuki ruangan
ia mengetuk kamar sebanyak 3 kali dan ia melihat wanita yang ia tabrak itu
adalah wanita yang ia cintai.
Tiba-tiba hatinya sedikit menciut. Mungkinkah wanita
tersebut mau menerima kehadiranya nanti, Tanyanya dalam hati. Beberapa waktu ia
berusaha memberanikan diri menemuinya.
Ini musibah
ataukah nikmat, tanyaku dalam hati. Di satu sisi ia terlilit kasus karena
menabraknya. Di sisi lain ia bisa dekat dengan wanita yang ia cintai.
“Apa kabar? Anda masih ingat saya kan?” Kevin
membuka percakapan
“Maaf anda siapa ya dan bagaimana anda bisa disini?”
Wanita tersebut menjawab
Wanita tersebut menatapnya, Lalu mengalihkan
pandangananya ke objek lain. Mungkin dia
tak terbiasa menatap lawan jenisnya.
Percakapn panjang lebar pun berlangsung lama hingga
satu ketika Kevin meminta maaf kepada wanita tersebut.
“Sebenarnya aku kesni ingin membayar kesalahanku”
Kevin berkata
“Kesalahan apa?” wanita menjawab
“Sebelum kukatqakan padamu, aku minta maaf terlebih
dahulu yang sedalam-dalamnya.” Kevin menghela napas, sekali lagi aku menatapnya
yang sedang diselimuti rasa penasaran, “Maafkan aku telah menabrakmu.” Aku
langsung menundukan kepalaku di hadapanya
“Astagfirullah” jawab wanita tersebut.
“Maafkan aku sekali lagi aku minta maaf aku tak
sanggup lagi berkata-kata.” Lalu Kevin berlutut di hadapanya.
“Apa yang kamu lakukan? Berdirilah! Cepet berdiri.
Aku tak mau kamu berlutut seperti itu karena aku bukanlah tuhan.” Ucapnya
cepat.
“Maafkan aku terlebih dahulu. Setelah itu baru aku
berdiri.” Kevin mendesak
“Aku memaafkanmu. Lekas berdirilah!”
Kevin pun binggung mengapa wanita tersebut mudah
sekali memaafkanya setelah apa yang telah ia perbuat kepada wanita tersebut.
Tak lama kemudian azan berkumandangan dari
menara-menara yang menjulang ke langit. Ia bertanya apakah dia seorang muslim?
Kedua orang tua dia muslim tetapi ia lebih memahami agama kristiani.
Namun, hatinya sepeti di cegah untuk mengubah
keyakinan yang telah tertanam dan tumbuh sejak dulu. Tetapi yang membuat ia
ingin menjadi muslim adalah wanita yang ia tabrak.
Wanita itu bertanya kepada Kevin “Apakah kamu tidak mendengar suara azan?”
“Aku mendengarnya dengan jelas sekali” Kevin
menajawab
“Lantas mengapa kamu tidak ke masjid? Apakah kamu
seorang umat kristian?” wanita tersebut bertanya
“Aku seorang muslim karena kedua orangtuaku ber
agama muslim, tetapi aku masih ingin mencari tuhanku”
“Asatagfirullah” wanita itu menjawab
Kevin merasa tidak puas dengan agama islam karena ia
merasa banyak kejangganlan di dalam agama islam seperti “Ketidakjelasaan Tuhan.”
Dan ia membandingkanya dengan agama yang lain.
Wajah perempuan tersebut seketika berubah,
seolah-olah tidak terima dengan perkataan Kevin barusan, dan wanita itu berkata
“Setelah ia shalat ia akan menjawab tentang semua kejanggalan yang ia maksud.”
Setelah selesai shalat wanita tersebut menanyakan
dan meminta mengungalan pertanyaan masalah kejanggalan tentang agama islam. Dan
Kevin pun menjawab.
“Pertama soal ketidakjelasaan Allah swt, padahal
dikatakan bahwa Dia itu wujud atau ada. Kedua, doa yang tidak terkabul padahal
Dia berfirman niscaya akan mengabulkan permohonan makhluknya. Ketiga pelemparan
iblis ke api neraka sebagai hukuman yang
pedih. Padahal iblis juga berasal dari api? Aku rasa cukup itu saja dulu yang
kusebutkan.”
Dan wanita tersebut itu pun menjawab
“Bismillahirohmanirrahim semoga apa yang aku sampaikan tidak luput dari Alquran
dan Assunah, pertanyan pertama ini adalah tentang keyakinan”
“Apakah kamu pernah sakit tentu saja pasti pernah,
lalu dapatkah kamu melihat wujud sakit itu? Ketika kamu jatuh pasti yang
terlihat hanyalah luka. Sebagai tanda bahwa kamu sedang merasakan sakit, itu
adalah luka. Bukan wujud dari sakit itu sendiri”
“Tetapi kenapa kita tidak bisa melihat Allah SWT
sedangkan agama lain itu dapat melihat tuhanya?.” Gumam Kevin
“Dia dekat dengan kita tetapi bukan zat-nya yang
dekat, melainkan ilmu-Nya. Sebab jika zat-Nya yang dekat dengan manusia berarti
Dia ada di mana-mana bahkan ada di tempat kotor”.
Seketika Kevin pun terdiam dan membisu dan merasa
hatinya seperti tertusuk benda tajam, tapi menyejukan. Wanita itu dapat benar
benar membukamnya seribu bahasa.
Setelah kejadian dan pembahasan malam itu, Kevin pun
percaya bahwa yang akan membantu dan mendalami agama islam yaitu wanita yang
telah ia tabrak dan Kevin berharap perjanalan cintanya dapat sampai ke
pelaminan.

Komentar
Posting Komentar